Thursday, 24 October 2013

Perulangan Pascal dengan While Do

Assalamu'alikum wr.wb
Perulangan pascal dengan while do sebagai contoh program bintang

1. Baris Program

Program Bintang;
Uses Crt;
Var
a,b:Integer;
Begin
Clrscr;
b:=1;
Write('Masukan Tinggi Segitiga:' );
Readln(a);
While b<=a do
Begin
 For b:= 1 to b do
 begin
 Write('*');
 end;
 b:=b+1;
 Writeln('');
 end;
 Writeln('');
 Readln;

End.

Output:




2. Baris Program

Program Bintang;
Uses Crt;
Var
a,b:Integer;
Begin
Clrscr;
b:=5;
Write('Masukan Tinggi Segitiga:' );
Readln(a);
While b>= 1 do
Begin
 For a:= b downto 1 do
 begin
 Write('*');
 end;
 b:=b-1;
 Writeln('');
 end;
 Readln;
End.

Output:



Wassalamu'alikum wr.wb.

Monday, 14 October 2013

Program Java Menghitung diskon dengan JOptionPane

Assalamu'alikum wr. wb.

Menghitung harga diskon suatu barang menggunakan pemrograman Java dengan JOption Pane. Dengan inputnya adalah nama, jumlah dan harga barang.

Baris program

import javax.swing.JOptionPane;
public class bayar
{
public static void main(String [] mqs)
{
String nama=JOptionPane.showInputDialog("Masukan nama barang ! ");
String harga=JOptionPane.showInputDialog("Harga barang ?");
String jumlah=JOptionPane.showInputDialog("Jumlah barang ?");

int hargabr=Integer.parseInt(harga);
int jumlahbr=Integer.parseInt(jumlah);
int totalharga=hargabr*jumlahbr;
int diskon1=totalharga*10/100;
int diskon2=totalharga*5/100;
int diskon3=totalharga*0;
int jlbayar1=totalharga-diskon1;
int jlbayar2=totalharga-diskon2;
int jlbayar3=totalharga-diskon3;
if (jumlahbr>10)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Pembayaran  :\nNama barang : "+nama+"\nTotal harga : " +totalharga+"\nDiskon : "+diskon1+" \nHarga bayar : "+jlbayar1);
}
else if  (jumlahbr>5)
{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Pembayaran  :\nNama barang : "+nama+"\nTotal harga : " +totalharga+"\nDiskon : "+diskon2+" \nHarga bayar : "+jlbayar2);
}
else
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Pembayaran  :\nNama barang : "+nama+"\nTotal harga : " +totalharga+"\nDiskon : "+diskon3+" \nHarga bayar : "+jlbayar3);
}

}
}


Input:


Ouput:



Demikian program java menghitung harga diskon menggunakan Joption Pane yang dapat saya sampaikan
semoga bermanfaat.
Wassalamu'alikum wr.wb.

Menghitung Umur

Thursday, 10 October 2013

Pengertian Procedure dalam Pascal

Assalamu'alaikum wr. wb. 
Pada kesempatan kali ini akan saya sampaikan tentang pengertian procedure dalam pascal.

 PROCEDURE

Prosedur adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai subprogram (program bagian). Diawali dengan kata cadangan “Procedure” didalam bagian deklarasi prosedur.

 Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur karena : 
- merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk prosedur-prosedur. 
- Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan. 

 Parameter Dalam Prosedur

Nilai didalam modul program Pascal sifatnya adalah local, artinya hanya dapat digunakan pada modul atau unit program yang bersangkutan saja, tidak dapat digunakan pada modul atau unit program yang lainnya. 

Baris program:
Uses crt;
Procedure Tanya_Hitung;
Var
   X,Y:real;
Begin
Clrscr;
     Write('Nilai X=');
     Readln(X);
     Y:=X*X;
End;
Begin
     Tanya_hitung;
     Writeln('Nilai Y=',Y:6:2);
Readln;
End.

Keterangan contoh program
Bila program dikompilasi, akan di deteksi kesalahan oleh compiler, karena variable Y yang sifatnya local di procedure Tanya_hitung digunakan pada program utama. 

Pengiriman Parameter Secara Nilai 
Bila parameter dikirimkan secara nilai nilai, parameter formal di prosedur akan berisi nilai yang dikirimkan yang kemudian bersifat local di prosedur. Bila nilai parameter formal di prosedur berubah, tidak akan mempengaruhi nilai parameter nyata ( nilai parameter nyata tetap, tidak berubah). Pengiriman secara nilai ini merupakan pengiriman searah, yaitu dari parameter nyata ke parameter formal, yang tidak dikirimkan balik dari parameter formal ke parameter nyata.  Parameter – parameter yang digunakan dengan pengiriman secara nilai ini disebut dengan parameter nilai ( value parameter ).

Baris program:
Uses crt;
Procedure Hitungan(A,B:integer);
Var
   C:integer;
Begin
Clrscr;
     C:=A+B;
     Writeln('Nilai C=',C);
End;
Var
   X,Y:integer;
Begin
     Write('NilaiX=');readln(X);
     Write('NilaiY=');readln(Y);
     Write('NilaiC=');

     Readln;
End.




Penjelasan program : 
- prosedur dimulai dengan deklarasi prosedur dengan judul prosedur hitung. Variable A dan B adalah parameter formal dan integer adalah tipe parameternya. 
- Variable local yang hanya dipergunakan di prosedur dan tidak termasuk parameter formal (parameter nilai), harus didefinisikan sendiri, yaitu : variable C 
- Hubungan antara parameter formal di prosedur dengan parameter nyata di modul utama adalah : nilai parameter nyata X dan Y di modul utama dikirimkan ke parameter formal A dan B di prosedur. Dengan demikian nilai parameter A dan B diprosedur akan berisi nilai yang sama dengan parameter X dan Y di modul utama. 

Pengiriman Parameter Secara Acuan 
Bila pengiriman parameter secara acuan, maka perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai parameter nyata. Parameter-parameter ini disebut dengan variable parameter serta dideklarasikan di deklarasi prosedur dengan menggunakan kata cadangan Var, sebagai berikut :
Baris program:
Procedure Hitung(var A,B,C:integer);
Begin
     C:=A+B;
End;
Var
   X,Y,Z:integer;
Begin
     X:=2;Y:=3;
     Hitung(X,Y,Z);
     Writeln('X=',X,'Y=',Y,'Z=',Z);
     Readln;
End.


Penjelasan program : 
- pengiriman parameter secara acuan merupakan pengiriman dua arah, bolak-balik, sehingga perubahan nilai di parameter formal akan mempengaruhi nilai parameter nyata juga. Pada contoh, nilai parameter nyata Z akan mengikuti perubahan nilai dari parameter formal C. 

Pengiriman Parameter Sebagian Secara Nilai, Sebagian Acuan 
Pengiriman parameter dapat dicampur sebagian secara nilai dan sebagian secara acuan dalam suatu prosedur. Parameter yang hanya dibutuhkan pada prosedur saja dapat dikirimkan secara nilai dan yang ingin dikirimkan balik dapat dilakukan secara acuan, sebagai berikut :
Baris program:
Prosedur Memanggil Prosedur Yang Lain 
Prosedur dapat memanggil prosedur yang lainnya.
Baris program:
Prosedur Tersarang 
Adalah prosedur yang berada didalam prosedur yang lainnya.
Baris Program:
Prosedur Memanggil Dirinya Sendiri 
Merupakan prosedur yang memanggil atau menggunakan prosedur itu juga. Proses dari suatu program bagian yang memanggil dirinya sendiri dikenal dengan istilah recursion. Tidak semua bahasa menyediakan kemampuan untuk melakukan proses recursion, tetapi pascal dapat. Walaupun proses ini merupakan algoritma yang baik, tetapi membutuhkan banyak memori, karena setiap kali program bagian dipanggil oleh dirinya sendiri, sejumlah ruang memori tambahan dibutuhkannya. 
Baris program:

Acuan Forward 
Digunakan untuk mendeklarasikan dimuka judul prosedur terpisah dari bloknya. Judul prosedur yang berisi parameter terpisah ini merupakan judul yang semestinya dan di deklarasikan dengan menambahkan kata cadangan “ Forward ”. Blok prosedur ini letaknya terpisah dari judulnya, juga diawali dengan judul prosedur, tetapi hanya mencantumkan judul atau nama prosedurnya saja, tanpa mencantumkan parameter formalnya. 
Baris Program:

Prosedur Standar 
Prosedur Standar Exit 
Digunakan untuk keluar dari suatu blok. Bila diletakkan pada program bagian, prosedur standar exit akan menyebabkan proses di program bagian berhenti dan proses kembali ke blok program yang memanggilnya. Bila berada di program utama, menyebabkan proses program berhenti. 

Prosedur Standar Halt 
Digunakan untuk menghentikan proses program baik di program bagian maupun program utama. 

Prosedur Standar Move 
Bentuk umum : 
Move ( var source, dest; count : word ) 
Digunakan untuk menyalinkan suatu blok sebanyak count byte memori dari blok dimulai byte pertama source dan disalinkan ke byte pertama dest. 

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang pengertian dan macam - macam procedure dalam pascal.
Wassalamu'alikum wr.wb. 


Tuesday, 8 October 2013

Program Pascal if then else

Assalamu'alaikum wr. wb.
Kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang algoritma dan pemrograman pascal if then else. Langsung saja ke contoh soalnya.

If...Then..Else..
Buatlah Program Seleksi Mahasiswa dengan input  Nama,Nomor pendaftaran, tinggi badan, umur,nilai bahasa indonesia, nilai bahasa Inggris, Nilai Matematika dengan ketentuan sebagai berikut :

Nomor pendaftaran diawali dengan 0

Output dinyatakan diterima apabila:
1. Tinggi badan >150
2. Umur <50
3. Nilai Bahasa Indonesia > 60
4. Nilai Bahasa inggris atau Matematika > 70

Baris Program
Uses wincrt;
Var  TB,U,BI,BING,MTK:Integer;
     Nama,Hasil,no:String[50];
begin
   Clrscr;
   Writeln('******Seleksi Mahasiswa******');
   Write('Nama                   :');readln(Nama);
   Write('Nomor Pendaftaran      :');readln(no);
   Write('Tinggi badan           :');readln(TB);
   Write('Umur                   :');readln (U);
   Write('Nilai Bahasa Indonesia :');readln (BI);
   Write('Nilai Bahasa Ingris    :');readln (BING);
   Write('Nilai Matematika       :');readln (MTK);
   If(TB>150)and (U<50) and (BI>60) and ((BING>70) or (MTK>70))
   then
   Hasil:='Anda diterima'
   Else
   Hasil:='Anda tidak diterima';
 Writeln('Keterangan             :',Hasil);
    Readln;
End.


Output program:



Sekian yang dapat saya sampaikan tentang pascal if ..then.. else semoga bermanfaat, Wasalamu'alikum wr.wb.


Monday, 7 October 2013

Program Pascal If bertingkat

Assalamu'alaikum wr.wb.
Algoritma dan pemrograman salah satunya adalah menggunakan program pascal. Di dalam pascal if bertingkat menggunakan statement if.. then..else if... ini sebenarnya adalah atatement kondisi dalam kondisi atau if dalam if. Sebagai contoh program pascal Program Nilai Mata kuliah :

Contoh soal :
Buat program menghitung Nilai matakuliah , dengan input: Nama Mahasiswa,NPM, Kehadiran, Tugas, Quis, UTS dan UAS. Dengan bobot sebagai berikut:
Kehadiran : 10%
Tugas: 20%
Kuis:20%
UTS: 25%
UAS:25%

Keluaran berupa nilai angka dan nilai huruf dengan ketentuan sebagai berikut:
Nilai <20 =E
Nilai<30=D
Nilai<35=C-
Nilai<40=C
Nilai<50=C+
Nilai<60=B-
Nilai<70=B
Nilai<80=B+
Nilai<90=A-
Nilai >90=A

Baris Program:
Uses wincrt;
Var npm,Kehadiran, Tugas, Kuis, UTS, UAS, Angka:real;
    Nama:String[30];
    Huruf:String;
begin
   Clrscr;
   Writeln('******Program Nilai******');
   Write('Nama Mahasiswa:');readln(Nama);
   Write('NPM           :');readln(npm);
   Write('Kehadiran     :');readln (Kehadiran);
   Write('Tugas         :');readln (Tugas);
   Write('Kuis          :');readln (Kuis);
   Write('UTS           :');readln (UTS);
   Write('UAS           :');readln (UAS);
   Angka:=Kehadiran*0.1+Tugas*0.2+Kuis*0.2+UTS*0.25+UAS*0.25;
    If Angka <20 then
      Huruf:='E'
    else If Angka <30 then
      Huruf:='D'
    else If Angka <35 then
      Huruf:='C-'
    else If Angka <40 then
      Huruf:='C'
    else If Angka <50 then
      Huruf:='C+'
    else If Angka <60 then
      Huruf:='B-'
    else If Angka <70 then
      Huruf:='B'
    else If Angka <80 then
      Huruf:='B+'
    else If Angka <90 then
      Huruf:='A-'
    else
      Huruf:='A';
    Writeln('Nilai Angka   :',Angka);
    Writeln('Nilai Huruf   :',Huruf);
    Readln;
End.

Output:


Sekian yang dapat saya sampaikan tentang pascal if bertingkat, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alikum wr.wb.




Friday, 4 October 2013

Operasi hitung campuran pada bilangan bulat

Assalamu'alikum wr. wb.



Dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat, terdapat dua hal yang perlu  diperhatikan, yaitu
1. tanda operasi hitung;
2. tanda kurung.
Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat terdapat tanda kurung, pengerjaan yang berada dalam tanda kurung harus dikerjakan terlebih dahulu. Apabila dalam suatu operasi hitung bilangan bulat tidak
terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
1. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri  dikerjakan terlebih dahulu.
2. Operasi perkalian (x ) dan pembagian ( : ) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
3. Operasi perkalian ( x ) dan pembagian ( : ) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian (x ) dan pembagian ( : ) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).

Contoh soal
a. 24 + 56 x 42 – 384 : 12
b. 28 x (364 + 2.875) : (9.756 – 9.742)
c. 80 : ((11 – 7) x (–4))
d. (–8 + 5) x (36 : (6 – 9))

Jawab:
a. 24 + 56 x 42 – 384 : 12
   = 24 + (56 x 42) – (384 : 12)
   = 24 + 2.352 – 32
   = 2.376 – 32
   = 2.344
b. 28 x (364 + 2.875) : (9.756 – 9.742)
   = 28 x 3.239 : 14
   = 90.692 : 14 = 6.478
c. 80 : ((11 – 7) x (–4))
   = 80 : (4 x (–4))
  = 80 : (–16)
  = –5
d. (–8 + 5) x (36 : (6 – 9))
   = –3 x (36 : (–3))
   = –3 x (–12)
   = 36

Soal Cerita
1. Pada percobaan fisika, seorang siswa melakukan pengukuran suhu pada sebongkah es. Suhu es tersebut mula-mula –5oC. Setelah dipanaskan, es berubah menjadi air yang bersuhu 3oC. Berapa kenaikan suhu
es tersebut hingga menjadi air?

Penyelesaian:
Suhu es mula-mula adalah –5oC. Setelah dipanaskan, es berubah menjadi air yang bersuhu 3oC. Artinya, suhu es mengalami kenaikan, yaitu selisih suhu terakhir dengan suhu mula-mula. Misalkan kenaikan suhu es tersebut = t, maka kondisi ini dapat dituliskan sebagai t = 3 – (–5) = 8. Jadi, suhu es naik 8oC hingga berubah menjadi air.

2. Dalam suatu tes, penilaian didasarkan bahwa jawaban benar diberikan nilai 2, jawaban salah diberikan
nilai –1, dan untuk soal yang tidak dijawab diberikan nilai 0. Dari 30 soal, seorang siswa menjawab 25 soal dan 19 diantaranya dijawab dengan benar. Berapakah nilai yang diperoleh siswa tersebut

Penyelesaian:
Dari 30 soal, 25 soal dijawab dengan 19 di antaranya benar. Artinya, siswa tersebut menjawab 25 soal, 19 soal dijawab benar dan 6 soal dijawab salah. Dengan demikian, ada 5 soal yang tidak dijawab siswa. Jadi, nilai yang diperoleh siswa tersebut adalah
= (jawaban benar x 2) + (jawaban salah x (–1)) + (tidak dijawab x 0)
= (19 x 2) + (6 x (–1)) + (5 x 0)
= 38 + (–6) + 0
= 38 – 6
= 32

Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Pengukuran Kuantitas beserta contoh soal dan jawabannya

Assalamu'alikum wr.wb.
Mari belajar berhitung lagi, kali ini saya akan membahas tentang pengukuran kuantitas. Dalam pembelian suatu barang kebanyakan pakai satuan kuantitas seperti lusin,gros, rim dan lain sebagainya. Di bawah ini contoh beberapa pengukuran kuantitas, semoga bermanfaat.



Satuan kuantitas lusin
Biasanya digunakan untuk satuan perabotan rumah tangga.
1 lusin = 12 buah
Contoh:
1. 12 lusin = 12 × 12 = 144 buah
2. 108 buah = 108 / 12 = 9 lusin

Satuan kuantitas kodi
Kebanyakan digunakan untuk satuan barang yang berupa kain.
1 kodi = 20 buah
Contoh:
1. 25 kodi = 25 × 20 = 500 buah
2. 40 buah = 40 / 20 = 2 kodi

Satuan kuantitas gros
Kebanyakan digunakan untuk barang - barang yang berukuran kecil, seperti kancing baju, manik -manik atau yang lainnya.
1 gros = 12 lusin = 144 buah
Contoh:
1. 10 gros = 10 × 144 = 1.440 buah
2. 288 buah = 288 /  144 = 2 gros

Satuan kuantitas rim
Biasanya digunakan untuk barang yang berupa kertasukuran A4, F4 , A3 atau yang lainnya.
1 rim = 500 lembar
Contoh:
1. 10 rim = 10 × 500 = 5.000 lembar
2. 2.000 lembar = 2 000 / 500 = 4 rim

Contoh soal
1. 2 gros + 10 kodi – 12 lusin = ... buah.
Jawab:
2 gros = 2 × 144 = 288 buah
10 kodi = 10 × 20 = 200 buah
12 lusin = 12 × 12 = 144 buah
Jadi, 2 gros + 10 lusin – 20 kodi = 288 buah + 200 buah – 144 buah
= 344 buah

2. 3 gros – 10 lusin – 84 buah = ... lusin.
Jawab:
3 gros = 3 × 12 = 36 lusin
84 buah = 84 / 12 = 7 lusin
Jadi, 3 gros – 10 lusin – 84 buah = 36 lusin – 10 lusin – 7 buah
= 19 lusin

Contoh soal cerita tentang pengukuran kuantitas
1. Paman membeli 2 lusin piring dengan harga Rp72.000,00. Ia menjual kembali
dengan harga Rp3.500,00 tiap piring. Berapakah selisih harga jual dan harga belinya?
Jawab:
Harga beli = Rp72.000,00
Banyaknya piring 2 lusin = 2 × 12 = 24 buah
Harga jual = 24 × Rp3.500,00 = Rp84.000,00
Jadi, selisih haga jual dan harga beli, yaitu
Rp84.000,00 – Rp72.000,00 = Rp12.000,00
Dalam kehidupan sehari-hari selisih seperti di atas disebut keuntungan.

2. Kakak membeli 1 rim kertas. Kertas tersebut diberikan kepada Adi 120 lembar dan
digunakan untuk tugas 350 lembar. Berapa sisa kertas kakak?
Jawab:
1 rim = 500 lembar
Maka:
500 lembar – 120 lembar – 350 lembar = 30 lembar
Jadi, sisa kertas kakak adalah 30 lembar.

Sekian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, untuk pengukuran bentuk lain silakan klik link di bawah ini :

Pengukuran berat
Pengukuran panjang
Pengukuran waktu

Wassalamu'alikum wr. wb.

Thursday, 3 October 2013

Pengukuran Berat beserta soal dan jawabannya

Assalamu'alikum wr.wb.
Kali ini saya akan membahas tentang pengukuran berat beserta contoh soal dan jawabannya. Dalam kehidupan sehari - hari kita sering menggunakan satuan berat untuk kegiatan kita. Semoga uraian di bawah ini dapat bermanfaat.


Keterangan tangga ukuran
 km--> jadi kg
hm -> jadi hg
dam-> jadi dag
m-> jadi g
dm-> jadi dg
cm-> jadi cg
mm-> jadi mg


Pengukuran berat:
1 ton = 1.000 kg
1 kg = 10 ons
1 ton = 10 kuintal
1 pon = 0.5 kg = 5 ons
1 kuintal = 100 kg
1 ons = 100 gram
1 kg = 2 pon

Contoh soal pengukuran berat :
1. 25 g = 25 × 1.000 mg
           = 25.000 mg
2. 12 ton = 12 × 10 kuintal
              = 120 kuintal
3. 9.000 g = 9.000 : 1.000 kg
                = 9 kg
4. 4.000 ons = 4.000 : 5 pon
                   = 800 pon
5. 5 ton – 12 kuintal + 7.000 ons = ... kg
Jawab:
5 ton = 5 × 1.000 kg = 5.000 kg
12 kuintal = 12 × 100 = 1.200 kg
7.000 ons = 7.000 : 10 kg = 700 kg
Jadi, 5 ton – 12 kuintal + 7.000 ons = 5.000 kg – 1.200 kg + 700 kg
= 4.500 kg

Soal Cerita tentang pengukuran berat:
1. Tinggi Menara pengintai di suatu Lapas 543 cm. Tiang bendera di dekat menara
tingginya 343 cm. Berapa meterkah perbedaan tinggi menara dan tiang bendera?
Jawab:
543 cm – 343 = 200 cm
Karena yang ditanyakan dalam meter, maka:
200 cm = 200 : 100 = 2 meter.
Jadi, perbedaan tinggi menara dan tiang bendera adalah 2 meter.

2. Ibu membeli 9 kg beras dan 10 pon terigu. Selain itu ia membeli 40 ons tepung. Di tengah jalan kantong beras bocor sehingga berkurang 1.000 gram. Berapa kg berat belanjaan ibu yang tersisa?
Jawab:
9 kg + 10 pon + 40 ons – 1.000 g
= ... kg.
Kita samakan satuannya
9 kg = 9 kg
10 pon = 10 : 2 = 5 kg
40 ons = 40 : 10 = 4 kg
1.000 g = 1.000 : 1.000 = 1 kg
Jadi, 9 kg + 10 pon + 40 ons – 1.000 g = 9 kg + 5 kg + 4 kg – 1 kg
= 17 kg
Jadi, berat belanjaan ibu adalah 17 kg.

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang pengukuran berat, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alikum wr.wb.

Wednesday, 2 October 2013

Pengukuran panjang beserta soal dan jawabannya

Assalamu'alikum wr.wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengukuran panjang disertai contoh soal dan jawabannya.



1. Hubungan antarsatuan panjang
Contoh:
1. 3 km = 3 × 1.000 m = 3.000 m
2. 25 km = 25 × 100.000 cm = 2.500.000 cm
3. 2.000 m = 2.000 : 100 hm = 20 hm
4. 7.000.000 mm = 7.000.000 : 10.000 dam = 700 dam

2. Operasi satuan panjang
Contoh:
1. 3 km + 8 dam – 20 hm = ... m.
    Jawab:
             3 km = 3 × 1.000 m = 3.000 m
             8 dam = 8 × 10 m = 80 m
             20 hm = 20 × 100 = 2.000 m
             Jadi, 3 km + 8 dam – 20 hm = 3.000 m + 80 m – 2.000 m
             = 1.080 m
2. 3.000 mm + 5.000 cm – 40 m = ... dm.
Jawab:
           3.000 mm = 3.000 : 100 m = 30 dm
           5.000 cm = 5.000 : 10 dm = 500 dm
           40 m = 40 × 10 = 400 dm
           Jadi, 3.000 mm + 5.000 cm – 40 m = 30 dm + 500 dm – 400 dm
           = 130 m

Sekian sedikit dari saya semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan tentang pengukuran panjang silakan komen di bawah Insya Allah saya jawab. Wassalamu'alikum wr.wb.