Monday, 25 August 2014

Jenis Jenis Huruf Tipografi

Assalamu'alaikum wr. wb.
1.    Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
2.    Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
3.    Comic
Font berjenis ini biasanya suka buat di komik komik seperti komik DC, nama fontnya = Seiber Space, Shaun The Sheep = Shaun The Sheep. Font jenis comic mudah ditemukan dan banyak. Bisa ditemukan di Font101, Dafont, Google. Contoh font Comic = Market, Comic Sans MS, Seiber Space, Shaun the Sheep, Final weeks, Cant Change the World, Chinacat, dsb #Masih banyak lagi.
4.    Fancy
Font fancy adalah jenis font yang paling populer diantara ArtWorld. Font berjenis ini suka ditemukan di DeviantArt, Dafont, dan Google. Font seperti ini cocok untuk digunakan di Poster FF Fancy, editan Fancy, dll. Font ini memang paling populer, saking ke-populerannya, sampai sampai ditempat ArtDownload harus bayar..
5.    Script
Font script adalah jenis font yang suka digunakan untuk Cover FF bertema Sad, Horror, dll. Walaupun susah dicari, font ini banyak kegunaannya dan sangat langka. Dan biasanya Font berjenis script ini digunakan untuk menggambar tanda tangan artis. Contoh font Script : Satisfaction, Vivaldi, Viner Hand, Amazone, Edwardian, Jacoba, A Gentle Touch, You Make me Smile, Fiolex Girls, dsb #Masih banyak lagi.
6.    Handwritting
Handwriting adalah jenis font yang bisa dikatakan fancy. Karena bentuknya mirip. Font handwriting biasanya itu hasil tulisan orang(Mirip dengan tulisan orang). Font ini cukup populer. Sama seperti font fancy dan sangat mudah ditemukan di ArtWorld seperti DeviantArt, Google, Font101, Dailyfont. Jenis handwriting ini juga suka digunakan di Poster FF Fancy, Editan, Banner, dll. Contoh font handwriting : Maritime Tropical, A Simple kind Of Girl, Pickandroll, Throw my hands up in the air, Ashley, You make me smile, Aishiteru, Angelina, dsb #Masih banyak lagi.
7.    Ordinary
Ordinary. Jenis font yang lebih populer dari Fancy dan Handwriting. Font ordinary susah ditemukan alias langka. Hanya DeviantArt-lah yang suka mengeluarkan font Ordinary. Jenis font ini banyak digunakan di Editan / Header. Contoh font ordinary = Peneloppe Anne, Brainflower, Best Day Ever, Pinneapple Delight, Peach Sundress, Segoe Print, 101 Star Studded!, ALLSTAR, BUDMO JIGGLER, dsb #Masih banyak lagi.
8.    Serif
Serif, pasti kalian sering mendengar / melihat kata ini di ArtWorld. Font serif biasanya terdapat di buku novel / karangan, note, dll. Font serif adalah jenis font pertama yang diciptakan. Font serif sangat populer sebelum Fancy, Script, Handwriting, Ordinary, dan Comic diciptakan. Font serif juga font yang paling banyak digunakan walaupun bukan di ArtWorld. Jenis font ini bisa disebut dengan ‘Mbah buyutnya Semua jenis font’. Contoh font Serif : Times New Roman, Aharoni, Agency FB, Arial, Baskerville Old Face, Garamond, Berlin Sans, Bookman Old Style, Poor Richard, Calibri, Californian, Century, dsb

9.    Sans
Kalian udah gak asing lagi dengan nama font ini kan? Font sans adalah kawannya serif. Sans diciptakan bersamaan dengan serif dan tingkat kepopulerannya sama. Contoh – contoh font berjenis sans : Calibri, Arial, Broadway*termasuk, ya:D*, Agency FB, Radio Ranch, Comic Sans MS, AbeeZee, dsb #Masih banyak lagi.
10.  Fancy Script
Fancy Script adalah font yang tingkat kepopulerannya sedang. Contoh – contoh font Fancy Script : French Script, Im Bored, Saginaw, Ashley, Rose Thin, dsb
11.  True Type Font
TrueType Font adalah font standard untuk system operasi Windows serta produk-produk Microsoft seperti Ms Office, juga program-program under Windows kecuali produk Adobe. TrueType font hanya memiliki satu file baik untuk Screen Font maupun Printer Font sehingga lebih ringkas. Dalam file tersebut sudah termasuk karakter bold, italic maupun bold italic, sementara pada PostScript varian font tersebut tersimpan pada file tersendiri. Jika Anda hanya membutuhkan font standar yang dapat dibaca dengan mudah di layar dan dapat diprint dengan baik maka menggunakan jenis font ini sudah cukup. Dan inilah jenis font yang paling banyak terinstal dalam komputer saat ini.
12.  Open Type Font
OpenType Font adalah font jenis terbaru yang dibuat bersama antara Microsoft dan Adobe. Jenis font ini adalah pengembangan terakhir dari kedua jenis font diatas. Seperti TrueType Font yang tidak membedakan file untuk screen font dan printer font, dalam sebuah file jenis font ini sudah mengandung jenis varian karakter font yang jauh lebih variatif dibanding kedua jenis font sebelumnya. Dalam satu file jenis font ini sudah mengandung varian font bold, italic serta expert character set seperti ligatures, smallcaps, extra accent, pecahan dan karakter spesial lainnya yang tidak dimiliki PostScript Font dan TrueType Font. Jika Anda membutuhkan set karakter yang lebih variatif dan lengkap misalnya untuk mengakomodasi keluasan karakter dan tanda baca khusus dalam suatu bahasa, maka jenis font ini dapat dijadikan pilihan. Walaupun belum digunakan seluas TrueType Font namun kepopuleran penggunaan OpenType font ini diperkirakan akan semakin meningkat di masa mendatang.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang Jenis huruf tipografi dalam desain, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Atikel terkait:

Karakteristik Fisik Huruf

Assalamu'alaikum wr.wb.
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau memahami anatomi huruf. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antar huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. 

Berikut adalah terminologi yang umum digunakan dalam penamaan setiap komponen visual yang terstruktur dalam fisik huruf.Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character. Seluruh character secara optis rata dengan baseline. Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap character apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal. Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).

 Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu:
 Kelompok garis tegak-datar; EFHIL
 Kelompok garis tegak-miring; AKMNVZXYW
 Kelompok garis tegak-lengkung; BDGJPRU
 Kelompok garis lengkung; COQS
Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu:
Ruang negatif bersudut lengkung, BCDGOPQRSU
Ruang negatif bersudut persegi-empat, EFHILT
Ruang negatif bersudut persegi-tiga, AKMNVWXYZ

Karakteristik huruf berdasar gaya
a.Huruf miring (Italic)
Teks italic akan menarik mata karena kontras dengan teks normal. Teks italic yang terlalu panjang akan sulit dibaca. Teks italic digunakan untuk menandakan kata asing.
b.Huruf tebal (Bold)
Teks tebal juga mengundang perhatian karena kontras dengan huruf normal. Biasa dipakai pada judul atau sub judul. Penggunaan yang terlalu banyak akan mengaburkan fokus pada makna.
c.Huruf bergaris bawah (Underline)
Garis bawah menandakan adanya sesuatu yang penting.
d.Huruf berwarna
Cara membedakan teks dapat menggunakan warna, meskipun tidak sekuat bold. penggunaan teks warna harus memperhatikan ilmu tentang warna.
e.Huruf kapital
Huruf kapital dapat diartikan sebagai perintah atau amarah. Jika
f.Huruf dari objek
Huruf yang dibentuk dari objek-objek, seperti donat, lingkaran, spiral, ular, segitiga, halilintar, pedang dan sebagainya yang membentuk huruf secara benar.

Klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya, rupa huruf 
a. Blackletter / Old English / Textura, 
Berdasarkan tulisan tangan (script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia (gaya Celtic).
b. Humanis / Venetian, 
Berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia. Disebut humanis karena goresannya seperti tulisan tangan manusia.
c. Old Style, 
Rupa huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
d. Transitional, 
Rupa huruf serif, muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
e.Modern / Didone, 
Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang jaman Modern.
f.Slab serif / Egytian 
Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno
g. Sans-serif
Rupa huruf tanpa kait
Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
Geometris Sans-serif, bentuk rupa hurufnya berdasarkan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran segi empat dan segitiga.
h.Humanis Sans-serif, bentuk rupa hurufnya seperti tulisan tangan manusia.
i. Display / dekoratif, 
Muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar.
j. Script dan cursive, 
Bentuknya menyerupai handwriting - tulisan tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive tidak.

Perhitungan tinggi fisik huruf memiliki azas optikal-matematis, dalam pengertian bahwa dalam perhitungan angka, beberapa huruf dalam alfabet memiliki tinggi yang berbeda-beda, namun secara optis keseluruhan huruf tersebut terlihat sama tinggi. Huruf yang memiliki bentuk lengkung dan segitiga lancip pada bagian teratas atau terbawah dari badan huruf akan memiliki bidang lebih dibandingkan dengan huruf yang memiliki bentuk datar. Apabila beberapa huruf tersebut dicetak secara berdampingan akan tercapai kesamaan tinggi secara optis.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang karakteristik huruf pada Tipografi, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr. wb.

Artikel terkait: Perkembangan Huruf Tipografi

Tuesday, 19 August 2014

Perkembangan Huruf Tipografi

Assalamu'alaikum wr.wb.


Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan [Etruska] yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Secara garis besar huruf-huruf digolongkan menjadi:
Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.
Serif, dengan ciri memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, siripan juga memudahkan saat huruf diukir ke batu.
Contoh penggunaan huruf bersirip di nisan Johanna Christine, Museum Taman Prasasti Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil. Salah satu contoh huruf slab serif di nisan Thomas de Souza, di pintu masuk Museum Taman Prasasti

Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.

Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang perkembangan huruf Tipografi, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Artikel Terkait:


Pengukuran dalam Tipografi

Assalamu'alaikum wr.wb
Ada lima jenis pengukuran dalam Tipografi diantaranya adalah:


1. Point dan Pica
Tiga dasar sistem pengukuran dalam tipografi adalah: point (biasa disingkat dengan pt), pica (dibaca: paika), dan unit. Point digunakan untuk mengukur tinggi huruf, sedangkan pica digunakan untuk mengukur panjang baris. Pengukuran dari lebar persatuan huruf serta jarak antar huruf dihitung dengan satuan unit. Perhitungan unit hanya digunakan dalam proses yang menggunakan teknologi phototypesetting dan digital composition – teknologi yang digunakan untuk pengetikan dan pencetakan huruf agar dapat mendapatkan hasil cetak yang tajam dan presisi. Pada tahun 1737, Pierre Fournier, seorang pembuat huruf (type founder) dari Paris menemukan sistem pengukuran huruf dalam satuan point. 
Sistem pengukuran huruf yang lain diperkenalkan 40 tahun kemudian oleh Francois Ambroise Didot dari Perancis. Acuan yang dipakai sekarang adalah sistem Anglo-Saxon dengan perhitungan 72 pt setara dengan 1 inch atau 2,539 cm. Sistem pengukuran tipografi tersebut berawal dari teknik cetak movable type yang pada perkembangan berikutnya diciptakan standarisasi pengukuran dan satuannya.

2. X-height
x-height bukan merupakan sistem pengukuran huruf, namun besar kecilnya x-height dapat mempengaruhi tinggi huruf secara visual. Di samping itu, perbedaan jenis huruf serta proporsi antara x-height dan body size memiliki pengaruh terhadap ukuran ascender dan descender. Besar kecilnya x-height memiliki pengaruh terhadap jumlah huruf yang dapat terakomodasi dalam satu baris
  
3. mm danen
  Spasi adalah berupa interval antar elemen tipografi yang mencakup: jarak antar huruf atau yang disebut kerning, jarak antar kata atau yang disebut word spacing dan jarak antarbaris atau yang disebut leading (dibaca:leding). Teknik tradisional yang digunakan untuk pengukuran ruang jarak antar kata adalah penyisipan potongan metal yang diletakkan di antara huruf yang satu dan yang lain. Potongan metal ini disebut quad. Sebuah quad berbentuk persegi empat yang merupakan kotak sebesar ukuran huruf. Quad memiliki satuan yang disebut sebagai em. Ukuran setengah dari em adalah en. Apabila huruf dengan ukuran 10 pt maka em-quad-nya berukuran 10 pt x 10 pt
  
4. Kerning
Pengukuran jarak antarhuruf (kerning) dalam phototypesetting dan digital composition dihitung dengan sistem unit. Sistem ini tidak memiliki acuan pengukuran yang tetap, dalam pengertian bahwa unit memilikinilai yang berbeda-beda tergantung kepada sistem yang digunakan. Em berupa kotak seukuran besarnya huruf, kemudian bila kotak ini dibagi menjadi beberapa segmen yang sama besar, maka setiap segmen ini disebut sebagai unit. Sebuah huruf ‘U’ dapat memiliki lebar 12 unit, sementara huruf ‘t’ dapat memiliki lebar 12 unit, sementara huruf ‘t’ dapat memiliki lebar 6 unit.
  
5. Leading
Pengukuran jarak antarbaris (leading) dihitung dengan menggunakan satuan point. Teknik tradisional memakai lembaran metal yang disisipkan di antara baris. Lembaran metal ini memiliki ketebalan yang beragam

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang pengukuran tipografi, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Artikel terkait:


Bentuk dan Jenis Huruf Tipografi

Assalamu'alaikum wr.wb.


A. Bentuk Huruf
Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘m’ dengan ‘p’ atau ‘C’ dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini berbasis pada ‘pattern seeking’ dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gambar dapat dianalisis dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dan teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau ‘membaca’ sebuah gambar diperlukan adanya kontras antara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut dengan ground.

B. Jenis Huruf
 1. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai, dan feminin.
 2. Serif
Ciri dari huruf ini adalah memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, siripan juga memudahkan saat huruf diukir ke batu.
 3. Egyptian
Egyptian adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar, dan stabil.
 4. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer sama.
 5. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas, atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.
 6. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang bentuk dan jenis huruf pada Tipografi, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Artikel terkait:


Pengertian dan Sejarah Tipografi

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang pengertian dan sejarah Tipografi. Tipografi ini termasuk dalam materi pembelajaran  pengolahan citra digital.



A. Pengertian Tipografi
Tipografi adalah ilmu memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu dan khusus, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama dan pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.

B.Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan Pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
  Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan [Etruska] yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang Anatomi Tipografi, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb.